Dampak Kabut Asap Jadi Perhatian, Disdik Banjarmasin Evaluasi Perlindungan Guru dan Siswa

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin mengevaluasi langkah mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lingkungan sekolah setelah seorang guru meninggal dunia usai mengalami sesak napas di tengah kondisi kabut asap.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, mengunjungi rumah keluarga almarhumah di kawasan Sungai Andai, Jalan Padat Karya, Kompleks Herlina, Gang Zamrud, RT 55, Banjarmasin Utara, Kamis (8/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Ryan menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan tali asih.

“Ulun (Saya) sudah berkunjung ke rumah keluarga almarhumah guru. Ulun (Saya) menyampaikan takziah dan amanah perhatian dari Bapak serta Dinas Pendidikan. Alhamdulillah, keluarga menerima dengan baik,” ujar Ryan.

Ryan berharap keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan dan almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Selain menyampaikan belasungkawa, Ryan menjadikan peristiwa tersebut sebagai perhatian dalam upaya melindungi warga satuan pendidikan dari paparan asap. Dinas akan mengevaluasi mitigasi, terutama bagi guru dan siswa yang rentan mengalami gangguan pernapasan.

“Ini juga menjadi perhatian dan evaluasi kita. Dalam masa karhutla seperti sekarang, sekolah harus memitigasi warga satuan pendidikan yang rentan terhadap penyakit pernapasan, sehingga kalau kondisinya tidak memungkinkan, mereka tetap berada di rumah,” paparnya.

Ryan meminta sekolah memperhatikan kondisi kesehatan guru dan siswa ketika kualitas udara memburuk. Sekolah perlu mempertimbangkan langkah perlindungan bagi warga satuan pendidikan yang memiliki riwayat penyakit atau rentan mengalami gangguan pernapasan.

Dinas juga siap membantu keluarga almarhumah apabila menghadapi kendala dalam mengurus hak-hak yang bersangkutan, termasuk kemungkinan klaim melalui BPJS Ketenagakerjaan.

“Kalau ada kesulitan dalam pengurusan dan administrasinya, nanti akan kita fasilitasi,” tutur Ryan.

Ryan berharap evaluasi tersebut dapat memperkuat kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi karhutla dan mengurangi risiko paparan asap, khususnya bagi guru dan siswa yang rentan terhadap gangguan pernapasan.

Visited 1 times, 1 visit(s) today