Wakil Kedubes Belanda Antusias Lihat Bangunan Karya Van Der Pijl, Akui Buyutnya Terikat dengan Sejarah Kota Banjarbaru

oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Kerajaan Belanda, khususnya dalam bidang pengelolaan lingkungan hidup dan tata kelola air. Peluang tersebut mengemuka saat Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby menerima kunjungan Wakil Kedutaan Besar (Kedubes) Kerajaan Belanda Adriaan Palm, di Rumah Dinas Wali Kota Banjarbaru, Selasa (6/10/2026) siang.

Dalam pertemuan tersebut, Lisa memperkenalkan berbagai potensi sekaligus tantangan yang dihadapi Kota Banjarbaru. Sejumlah persoalan lingkungan menjadi bagian penting dalam pembahasan, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ancaman banjir hingga persoalan pengelolaan sampah.

Lisa mengatakan, berbagai persoalan tersebut membutuhkan penanganan bersama dengan dukungan inovasi serta kolaborasi lintas sektor.

“Saya berharap semoga pertemuan ini bisa berlanjut sehingga kita dapat bekerja sama dan berkolaborasi untuk membantu apa yang menjadi kendala di daerah,” kata Lisa.

Menurutnya, hubungan yang terjalin melalui kunjungan tersebut diharapkan tidak berhenti pada agenda silaturahmi. Pemko Banjarbaru ingin membuka ruang komunikasi yang dapat berkembang menjadi kerja sama konkret untuk mendukung pembangunan daerah.

Wakil Kedubes Belanda Terikat Sejarah Banjarbaru

Sementara itu, Adriaan Palm menyambut baik keterbukaan Pemko Banjarbaru. Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap persoalan karhutla yang tengah terjadi di wilayah tersebut.

Adriaan menyatakan akan berupaya mendorong terbentuknya kemitraan strategis, terutama terkait manajemen lingkungan hidup dan tata kelola air.

Kunjungan tersebut juga memiliki arti khusus bagi Adriaan. Ia mengungkapkan adanya hubungan sejarah keluarganya dengan Banjarbaru, karena kakek dan nenek buyutnya memiliki akar sejarah di kota ini.

Usai pertemuan, Adriaan bersama rombongan meninjau Balai Kota Banjarbaru. Bangunan tersebut menjadi salah satu peninggalan era kolonial Belanda yang hingga kini masih berfungsi sebagai bagian dari pusat pemerintahan kota.

Adriaan tampak antusias melihat langsung bangunan bersejarah tersebut, termasuk karakter arsitekturnya. Balai Kota Banjarbaru berkaitan dengan karya Van Der Pijl, arsitek yang memiliki peran dalam perancangan awal Kota Banjarbaru.

Pertemuan tersebut sekaligus mempertemukan dua kepentingan, yakni hubungan sejarah antara Banjarbaru dan Belanda dengan tantangan pembangunan masa kini.

Pemko Banjarbaru dan pihak Kerajaan Belanda pun melihat peluang untuk mengembangkan komunikasi lebih lanjut, baik dalam aspek lingkungan, tata kelola air maupun pelestarian bangunan bersejarah.

Visited 1 times, 1 visit(s) today