110 Ribu Liter Air Disalurkan, 16 SKPD Dikerahkan Tangani Krisis Air Tanahlaut

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanahlaut mengerahkan 16 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk memperluas distribusi air bersih ke wilayah terdampak kemarau panjang.

Sekretaris Daerah Tanahlaut Ismail Fahmi mengatakan distribusi berlaku secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah daerah, pihak swasta, kecamatan dan relawan.

Dari 11 kecamatan di Tanahlaut, penanganan di kawasan industri Jorong, Batu Ampar dan Kintap dapat dukungan pihak perusahaan. Sementara delapan kecamatan lainnya melalui Pemkab Tanahlaut.

Distribusi air terjadwal secara berkala. Pada periode 3–6 Oktober 2026, bantuan menyasar Pelaihari, Tambang Ulang, Panyipatan, Bati-Bati, Bajuin dan Takisung.

“Setiap hari ini sudah ada terjadwal. Kita backup air di beberapa desa. Setiap tiga hari kita akan menyalurkan untuk memberikan jadwal ulang pelaksanaan penyaluran,” jelas Ismail Fahmi, Selasa (6/10/2026).

Sejak distribusi intensif mulai 29 September 2026, Pemkab Tanahlaut telah menyalurkan sekitar 110.000 liter air bersih ke 21 desa terdampak.

Menurut Ismail, distribusi yang prioritasnya untuk fasilitas umum seperti tempat ibadah dan pondok pesantren kini lebih luas. Hingga menjangkau langsung ke permukiman warga.

Sebanyak 16 dari 29 SKPD yang memiliki armada pendukung terlibat dalam distribusi. Di antaranya Dinas Sosial, DPMPTSP, Disnakerind, Distanhorbun, Dishub, BPKAD, Dispusip, Diskumdag, BKPSDM, Bapenda, Dinkes, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sekretariat DPRD serta DPRKPLH.

Pemkab juga membuka peluang bagi SKPD lain untuk ikut membantu jika kebutuhan air terus meningkat.

Selain distribusi langsung, masyarakat dapat memperoleh air secara gratis melalui titik jaringan PDAM dan sumber air mandiri BPBD Tanahlaut. Posko pelayanan di depan Kantor BPBD juga tetap terbuka bagi warga maupun perwakilan desa yang ingin mengambil air secara mandiri.

Bagi wilayah yang belum masuk jadwal distribusi, warga dapat menyampaikan laporan melalui kecamatan atau Dinas Sosial untuk diverifikasi dan ditindaklanjuti.

Ismail mengakui keterbatasan tenaga dan armada masih menjadi kendala dalam menjangkau seluruh wilayah.

“Secara keseluruhan memang ini sudah kita upayakan optimal, walaupun ada beberapa desa yang sampai hari ini mungkin masih belum terlayani. Tapi kita tetap upayakan, mudah-mudahan dengan bantuan yang sudah dikirim itu bisa mengurangi beban masyarakat terhadap kebutuhan air,” pungkasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today