KALSELMAJU.COM, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanahlaut memperpanjang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama dua bulan terhitung sejak 1 Oktober 2026.
Perpanjangan status tersebut setelah pemerintah daerah mengevaluasi kondisi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah di tengah kemarau panjang.
Sekretaris Daerah Tanahlaut Ismail Fahmi mengatakan keputusan tersebut berdasarkan hasil evaluasi kondisi di lapangan.
“Kalau sampai dengan hari ini masih di posisi siaga darurat. Karena kemarin kita lakukan rapat evaluasi, yang sebelumnya siaga darurat. Berdasarkan hasil di lapangan, situasinya tetap kita tetapkan siaga darurat untuk melakukan perpanjangan,” ujar Ismail Fahmi, Selasa (6/10/2026).
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Provinsi Kalimantan Selatan, tercatat 663 kejadian karhutla di Tanahlaut dengan luas lahan terdampak mencapai sekitar 3.395 hektare.
Namun, BPBD Tanahlaut baru dapat menangani secara langsung 298 kejadian karena terkendala akses medan dan keterbatasan personel.
“Jadi kalau karhutla sampai dengan hari ini, kejadian itu ada 298 itu yang ter-cover oleh kawan-kawan BPBD. Walaupun di data Pusdalops-nya provinsi itu ada 663 kejadian,” jelasnya.
Dari total luasan lahan yang terdampak, BPBD Tanahlaut baru mampu menangani sekitar 1.052 hektare.
“Kemudian dari luasan, dari hasil verifikasi oleh Pusdalops di provinsi itu ada sekitar 3.395 sekian hektar. Namun karena keterbatasan SDM, kami mempunyai penanganan yang ada di BPBD itu hanya bisa meng-cover 1.052 hektar sekian,” imbuhnya.
Selain karhutla, kemarau panjang juga berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Tanahlaut. Pemkab pun mengerahkan armada untuk mendukung distribusi air bersih kepada masyarakat.
Meski menghadapi keterbatasan personel dan armada, Ismail memastikan Satgas dan relawan tetap melakukan pemadaman di sejumlah wilayah.
“Tapi itu pun kawan-kawan sudah tetap melakukan kegiatan untuk terus melakukan pemadaman-pemadaman yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Tanahlaut,” pungkasnya.





