KALSELMAJU.COM, PELAIHARI – Sebanyak 12 kejadian kebakaran melanda Kabupaten Tanahlaut dalam sehari hingga Rabu (16/9/2026) dini hari. Sebagian besar merupakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tersebar di enam kecamatan.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanahlaut, Danoe Sulaiman, mengatakan kebakaran terjadi sejak Selasa (15/9/2026) hingga dini hari. Karhutla tercatat di Kecamatan Bumi Makmur, Bati-Bati, Takisung, Jorong, Kurau, dan Tambang Ulang.
Luas lahan yang terbakar perkiraan mencapai lebih dari 16 hektare. Kondisi semak belukar yang kering membuat api cepat merambat dan meluas.
Selain karhutla, kebakaran juga terjadi pada bangunan permukiman di Desa Batilai, Kecamatan Takisung, serta sebuah rumah di Desa Sumber Mulya, Kecamatan Pelaihari.
Danoe mengatakan sebagian besar kebakaran lahan karena kelalaian manusia, terutama aktivitas pembakaran sampah di sekitar vegetasi kering.
“Kebakaran lahan rata-rata karena semak belukar yang mengering dan kelalaian aktivitas pembakaran sampah yang berada dekat dengan pemukiman warga,” ujar Danoe Sulaiman.
Penanganan kebakaran berlangsung hingga dini hari. Regu Damkar Sektor Kurau kembali terjun ke Desa Padang Luas RT 04 sekitar pukul 02.10 WITA setelah muncul titik api yang berpotensi mendekati permukiman.
Petugas berhasil memadamkan api di lokasi tersebut pada pukul 02.53 WITA. Seluruh titik kebakaran kemudian dinyatakan berhasil dipadamkan dan kondisi wilayah aman serta terkendali.
Penanganan melibatkan Satpol PP dan Damkar, TNI, Polri, BPBD, Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), serta masyarakat setempat.
Satpol PP dan Damkar Tanahlaut mengimbau warga tidak membakar sampah sembarangan, terutama di sekitar lahan dengan vegetasi kering dan permukiman. Masyarakat juga diminta memastikan tidak ada sumber api yang ditinggalkan tanpa pengawasan.





