Enam Hidran di Sungai Ulin Aktif Kembali Berfungsi, Antisipasi Penanggulangan Karhutla Lebih Mudah

oleh
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, saat meninjau hidran di Sungai Ulin. Foto : istimewa
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru menginstruksikan enam unit fire hidran yang berada di kawasan Sungai Ulin kembali berfungsi Hal ini untuk memastikan suplai air yang selama ini menjadi salah satu kendala tim pemadam kebakaran dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan setempat.

. Langkah tersebut penting untuk mempercepat proses pemadaman, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang membuat sejumlah sumber air alami mulai menyusut.

Sebelumnya, dari enam hidran yang tersedia, hanya satu unit yang masih dapat berfungsi. Kondisi ini membuat relawan pemadam harus mencari sumber air alternatif ketika terjadi kebakaran lahan.

Relawan Tim Pemadam Kebakaran dan Rescue Regas Mojiono mengatakan, kebakaran lahan di wilayah Sungai Ulin terjadi cukup sering selama musim kemarau. Dalam sehari, titik api bahkan dapat muncul di lebih dari satu lokasi.

“Kebakaran lahan di wilayah Sungai Ulin tiap hari terjadi, kadang lebih dari satu lokasi dalam sehari selama musim kemarau ini. Kami memiliki kendala kesulitan suplai air, karena di beberapa titik air atau sungai sudah mulai mengering,” katanya.

Menurutnya, kembali berfungsinya hidran menjadi solusi penting bagi relawan yang berada di lapangan. Dengan adanya sumber air yang lebih dekat, armada pemadam tidak perlu menempuh jarak jauh hanya untuk mengisi ulang tangki.

“Syukur alhamdulillah Wali Kota Banjarbaru membukakan hydrant sebagai sumber air kami sehingga kendala ketersediaan air dapat teratasi,” ucap Mojiono.

Hindran di Sungai Ulin Efektif untuk Kerja Tim Pemadam

Ketua Regas Mahyuni menyebut, pengaktifan kembali enam hidran tersebut memberikan dampak langsung terhadap efektivitas kerja tim pemadam. Jarak pengisian air yang lebih dekat membuat waktu operasional armada menjadi lebih efisien.

Mahyuni menilai kecepatan menjadi faktor penting dalam penanganan karhutla. Sebab, api di lahan kering berpotensi dengan cepat merambat dan mendekati kawasan permukiman.

“Atas instruksi Wali Kota untuk membukakan hydrant, kami sangat terbantu karena dengan berfungsinya 6 hydrant ini, kami lebih dekat untuk mengambil air. Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Wali Kota karena telah membantu memfungsikan kembali hidran ini,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mahyuni yang hadir bersama Lurah Sungai Ulin, Guntur Adi Prasetyo, juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau.

Menurutnya, kondisi lahan yang kering membuat api jauh lebih mudah menyebar. Kebiasaan membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar berpotensi menimbulkan kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan.

“Kami mengimbau untuk masyarakat jangan membakar lahan saat musim kemarau, karena percikan api bisa menjalar dengan sangat cepat ke lahan yang lebih luas dan membahayakan lingkungan kita bersama,” pungkasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today