KALSELMAJU.COM, PELAIHARI – Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK) Pelaihari menggelar seleksi pelatihan kerja tahap kedua sebagai langkah strategis mencetak sumber daya manusia (SDM) lokal yang kompetitif dan siap kerja, Senin (11/5/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tanahlaut dalam menekan angka pengangguran melalui peningkatan keterampilan dan kompetensi masyarakat.
Mengusung tema “Siap Tes, Raih Prestasi, Wujudkan Masa Depan”, pelatihan fokus untuk menyiapkan tenaga kerja profesional. Yang mampu bersaing di dunia industri maupun membuka usaha mandiri.

Kepala UPT BLK Pelaihari, Akhmad Nopriadi, mengatakan program tersebut terbuka bagi masyarakat umum, komunitas, hingga penyandang disabilitas. Sebagai bentuk komitmen menciptakan akses kerja yang inklusif.
“Tujuan utama kami memastikan warga Tanahlaut memiliki kesiapan dan kompetensi sebelum terjun ke dunia kerja maupun berwirausaha,” ujarnya.
Pada 2026, BLK Pelaihari menargetkan sebanyak 496 warga mengikuti pelatihan kerja bersertifikat. Antusiasme masyarakat pun cukup tinggi. Pada seleksi tahap kedua, jumlah pendaftar mencapai 323 orang, sementara kuota tersedia hanya 96 peserta.
Seleksi berlaku ketat untuk menjaga kualitas lulusan. Peserta nantinya akan terbagi ke dalam enam paket kejuruan strategis. Masing-masing kelas berisi maksimal 16 orang agar proses praktik dan transfer ilmu lebih efektif.
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta harapannya segera terhubung dengan sistem ketenagakerjaan daerah melalui Dinas Tenaga Kerja Tanahlaut.
BLK Pelaihari juga memperkuat sinergi dengan dinas agar lulusan tersertifikasi dapat lebih mudah dipertemukan dengan dunia usaha dan industri.
“Kami mendorong lulusan segera mendaftarkan diri sebagai pencari kerja resmi agar kompetensi mereka dapat dipasarkan secara optimal kepada sektor industri,” tambah Nopriadi.
Selain itu, BLK Pelaihari terus membangun komunikasi dengan pelaku industri di Tanahlaut guna memastikan kurikulum pelatihan tetap relevan dengan kebutuhan pasar kerja atau link and match.
Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berharap penyerapan tenaga kerja lokal di berbagai sektor produktif dapat meningkat secara signifikan.





