Gali persoalan pendidikan di Tingkat Kabupaten Kota, Disdikbud Kalsel Gelar Safari Ramadan Dibungkus Silaturahmi dan Musrenbang

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Safari Ramadan ke seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

Kegiatan Safari Ramadan ini melalui buka puasa bersama maupun sahur bersama. Sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi bersama guru serta tenaga kependidikan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel.

Rombongan telah menyambangi sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Utara, Balangan, Banjarbaru, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, hingga Banjarmasin.

Dalam setiap kunjungan, seluruh satuan pendidikan di wilayah setempat turut hadir, mulai dari SMA, SMK, hingga SLB.

Kepala Dinas Pendidikan Galuh Tantri Narindra mengatakan, Safari Ramadan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi. Tetapi juga sekaligus dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sektor pendidikan.

“Dalam pertemuan-pertemuan ini, kami mendengarkan langsung berbagai aspirasi dari daerah, termasuk persoalan yang dihadapi masing-masing satuan pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya berupaya merumuskan solusi terhadap berbagai kendala sekolah-sekolah di daerah.

“Kami ingin memberikan solusi terhadap setiap kendala yang ada di sekolah, sehingga terjadi perbaikan di sektor pendidikan,” kata Tantri.

Berdasarkan hasil Safari Ramadan yang telah terlaksana, sejumlah persoalan terhimpun. Permasalahan paling banyak adalah kekurangan guru di beberapa sekolah, sementara di sekolah lain justru terdapat kelebihan guru pada bidang tertentu.

Selain itu, persoalan sarana dan prasarana masih menjadi perhatian utama.

Tantri juga menyinggung program pembangunan toilet sekolah dari gagasan Pemprov Kalsel, yang telah rampung pada 2025. Program tersebut, kata dia, mendapat respons positif dari satuan pendidikan.

“Karena memang persoalan sarana dan prasarana ini perlu terus ditindaklanjuti agar seluruh sekolah di Kalsel bisa lebih layak lagi,” tuturnya.

Selain persoalan guru dan sarana prasarana, isu peserta didik, pengelolaan aset, hingga peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru juga menjadi poin penting yang mengemuka selama Safari Ramadan berlangsung.

“Semoga pada 2027 nanti kami bisa merespons seluruh harapan dan kebutuhan sekolah-sekolah di Kalimantan Selatan,” pungkas Tantri.

Visited 1 times, 1 visit(s) today