KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025 memasuki tahap krusial. Dari total 89 pelamar yang mendaftar untuk 12 formasi jabatan strategis, hanya 73 peserta yang lolos verifikasi administrasi.
Adapun 12 formasi yang tersedia terdiri atas enam posisi eselon IIa dan enam posisi eselon IIb. Sebanyak 16 peserta harus gugur di tahap awal karena tidak memenuhi persyaratan administrasi.
Kasubbid Promosi BKD Kalsel, Ahmad Nur Ardi, mengungkapkan sejumlah faktor yang menyebabkan peserta tidak lolos. Mulai dari melewati batas usia hingga belum memenuhi persyaratan minimal pengalaman dua tahun sebagai pejabat administrator atau fungsional madya.
Selain itu, kurangnya ketelitian peserta dalam mengunggah dokumen juga menjadi kendala utama.
“Banyak yang tidak teliti saat mengunggah dokumen di sistem ASN Karir BKN. Ada yang hanya mengunggah SPT 2023, bahkan hanya bukti potong pajak. Padahal yang wajib adalah SKP tahun 2023 dan 2024,” jelas Ardi, Jumat (21/11).
Dengan lolosnya 73 peserta, tahapan seleksi kini berlanjut ke penilaian kompetensi manajerial dan sosial kultural. Penilaian ini akan melalui Assessment Center BKN yang rencananya berlangsung pada 25 hingga 28 November 2025.
Pelaksanaan hari pertama di SMK 1 Martapura, kemudian di Gedung Idham Chalid. Selain assessment, peserta juga diwajibkan menyusun dan mengunggah makalah sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Peserta yang memperoleh nilai memenuhi standar akan melangkah ke tahap akhir berupa wawancara. Wawancara ini akan dilakukan bersama Panitia Seleksi (Pansel) pada 1–3 Desember 2025.
Tim Pansel terdiri dari unsur internal dan eksternal. Yakni, Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin, Kepala Bapenda Subhan Nor Yaumil, akademisi, Kepala BPKP, serta profesional Prof Hatta.





