KALSELMAJU.COM, PELAIHARI – Bupati Tanahlaut, H. Rahmat Trianto, melakukan kunjungan langsung ke Desa Bukit Mulia, Kecamatan Kintap, untuk meninjau rencana pembangunan Desa Terpadu yang akan menjadi lokasi relokasi warga terdampak aktivitas pertambangan di wilayah tersebut, Selasa (08/07).
Bupati menyampaikan bahwa rencana relokasi ini bukan sekadar memindahkan tempat tinggal. Tetapi harus menjadi solusi komprehensif yang mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan psikologis masyarakat.
“Relokasi bukan hanya soal bangunan atau lokasi baru, tetapi juga tentang memastikan kehidupan warga menjadi lebih baik dan lebih sejahtera,” tegas Bupati.
Menurutnya, relokasi hanya akan berhasil jika masyarakat merasa terlibat, dan mendapatkan manfaat nyata dari proses tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengapresiasi langkah PT Arutmin yang telah merancang konsep pembangunan Desa Terpadu di lokasi yang lebih aman dan strategis.
“Saya minta Camat dan Kepala Desa aktif menyosialisasikan rencana ini kepada warga. Jangan sampai ada masyarakat yang merasa kehilangan atau terpinggirkan dalam proses ini,” ujarnya dengan tegas.
Kunjungan ini menunjukkan komitmen Pemkab Tanah Laut untuk hadir langsung dalam menyelesaikan persoalan-persoalan masyarakat di lapangan. Serta menjadi jembatan yang adil antara kepentingan masyarakat dan pihak perusahaan.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa proses relokasi harus berjalan dengan mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan warga. Untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan di Kabupaten Tanahlaut.





