KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota menyiapkan kendaraan operasional berupa mobil listrik bagi para pejabat dan camat se Banjarmasin. Ini bertujuan untuk mendukung kinerja pemerintahan.
Pada tahap awal, pengadaan melalui Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota (Setdakot) Banjarmasin itu, tersedia 21 unit mobil listrik bagi pejabat struktural dengan mobilitas tinggi.
Kasubag Rumah Tangga dan Perlengkapan Bagian Umum Setdakot Banjarmasin, Ahmad Zazuli, mengatakan bahwa pengadaan alat transportasi tersebut sudah melalui sistem Inaproc.
“Untuk unit yang disiapkan sebanyak 21 unit, pengadaannya melalui Inaproc,” ujarnya, Senin (9/2/2026).
Ia menyebutkan mobil listrik tersebut sementara hanya bagi Kepala Dinas (SKPD) dan Camat. Alasannya adalah keterbatasan jumlah unit yang tersedia saat ini.
“Mobil listrik ini diperuntukkan untuk Kepala Dinas dan Camat terlebih dahulu, karena jumlahnya belum mencukupi untuk seluruh kepala SKPD. Insya Allah, untuk melengkapinya akan disiapkan pada APBD Perubahan,” jelasnya.
Ia beralasan, kebijakan penggunaan mobil listrik bukan sekadar mengikuti tren. Melainkan implementasi dari kebijakan nasional terkait transisi energi bersih dan target zero emission, sekaligus strategi efisiensi anggaran daerah.
“Penggunaan mobil listrik ini dilandasi kebijakan nasional transisi energi ramah lingkungan dan zero emisi. Selain itu, ini juga untuk menekan biaya BBM kendaraan konvensional yang selama ini cukup tinggi,” ungkapnya.
Dari sisi anggaran, total dana APBD yang tersedot untuk pengadaan 21 unit mobil listrik tersebut mencapai Rp5,2 miliar. Harga per unit sekitar Rp250 juta.
Pemko Akan Siapkan SPKLU
Seiring dengan penggunaan kendaraan listrik, Pemko Banjarmasin juga menyiapkan infrastruktur pendukung, terutama Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Untuk mempercepat realisasi, Pemko telah menjalin kerja sama dengan PT PLN (Persero).
“Pemkot sudah melakukan kolaborasi dengan PLN untuk pembangunan infrastruktur SPKLU. Insya Allah akan dipercepat. Sementara ini, kami juga menyiapkan fasilitas pengisian sementara yang telah diinstal dengan koordinasi teknisi PLN,” tuturnya.
Lebih jauh, ia berharap penggunaan kendaraan listrik di lingkungan pemerintahan dapat menjadi contoh nyata. Ini juga diharapkan menjadi pemicu perubahan bagi masyarakat Banjarmasin agar mulai beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
“Kami harapkan ini bisa menjadi motivator bagi masyarakat. Berdasarkan survei, baru sekitar 20 persen masyarakat Banjarmasin yang menggunakan mobil listrik,” bebernya.
Dengan semakin luasnya penggunaan kendaraan listrik, tambahnya pemkot optimistis kualitas udara di Kota Banjarmasin dapat membaik.
“Dengan mobil listrik, polusi udara bisa berkurang sehingga Banjarmasin menjadi kota yang lebih nyaman untuk ditinggali,” pungkasnya.





