KALSELMAJU.COM, Tanahbumbu – Jhonlin Group kembali menegaskan komitmen kemanusiaannya dengan mengirimkan bantuan alat berat untuk mempercepat penanganan bencana alam di Kabupaten Aceh Tamiang. Perusahaan ini mengerahkan dukungan lanjutan guna mempercepat pembersihan material dan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak.
Pada pengiriman terbaru, Jhonlin Group memberangkatkan tujuh unit excavator merek Sany dan delapan unit dump truck. Bantuan ini menyusul pengiriman tahap sebelumnya pada 23 Desember lalu, yang terdiri dari 13 unit excavator dan tiga unit dump truck.
Seluruh alat berat di berangkatkan melalui Pelabuhan DSP Port 5 Sungai Dua, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Selanjutnya, alat tersebut di angkut menggunakan kapal TNI Angkatan Laut menuju Aceh Tamiang.
Direktur Plant Jhonlin Baratama, Aries Yudi Kristanto, menegaskan pengiriman alat berat di lakukan berdasarkan kebutuhan teknis di lapangan. Ia menyebut skala kerusakan akibat bencana tidak memungkinkan penanganan maksimal jika hanya mengandalkan tenaga manusia.
“Bencana menyebabkan penumpukan lumpur, material bangunan, dan kayu di banyak titik. Kondisi ini membutuhkan penanganan cepat agar aktivitas masyarakat bisa segera pulih,” ujarnya.
Aries menjelaskan, Jhonlin Group menyesuaikan spesifikasi alat berat dengan kondisi medan bencana. Excavator dengan tipe bucket di fungsikan untuk mengendalikan lumpur dan memindahkan material berat. Sementara itu, excavator tipe capit atau grapple di gunakan untuk menjepit serta memindahkan kayu dan puing bangunan secara lebih efisien.
Keberadaan dump truck melengkapi proses penanganan di lapangan, terutama untuk mengangkut material hasil pembersihan ke lokasi yang lebih aman. Kombinasi alat berat ini diharapkan mampu mempercepat pembukaan akses, pembersihan kawasan terdampak, dan pemulihan infrastruktur dasar masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi berkelanjutan Jhonlin Group dalam mendukung penanggulangan bencana di berbagai daerah. Melalui dukungan peralatan dan koordinasi lintas pihak, perusahaan berharap proses pemulihan di Aceh Tamiang dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak.





